NAMA : ERLIGA ENDAH M
GELAR : MERSIN
KELOMPOK : 10/TURKI
ZONA : TIMUR TENGAH
Pernahkah kita menikmati salad? Sangat lezat dan segar bukan? Tentunya kita juga tahu kelezatan salad berasal dari perpaduan beberapa jenis sayuran dan buah-buahan yang menyatu dalam balutan minyak zaitun, saus balsamik, mayonaise atau saus lain. Selada, lobak, wortel, tomat, kol merah, dan alfalfa yang dimasukkan dalam mangkok salad berukuran besar adalah sebagian dari berbagai macam sayuran yang membentuk kelezatan salad, tentu saja kelezatan itu akan terasa setelah sayuran tersebut disiram saus.
Salad tampak dan terasa lezat karena perpaduan berbagai warna dan rasa yang menyatukan diri dalam mulut kita. Kesatuan yang menciptakan sebuah harmoni yang begitu menyegarkan dan menggugah selera makan setiap yang mencicipinya. Bayangkan, apabila sayur dalam salad hanya semacam saja. Tentu kelezatannya tidak begitu tampak dan terasa, bahkan mungkin tidak akan menggugah selera sama sekali.
Tentu saja kita tidak akan menemui salad dalam menu pembuka restoran-restoran ternama di seluruh dunia. Bahkan setiap Negara memiliki jenis saladnya sendiri.
Begitu juga andaikan kita sebagai manusia yang hidup di dunia dengan perbedaan budaya, bisa belajar dari apa yang ada pada salad. Bahwa perbedaan yang ada pada diri kita akan menghadirkan rasa luar biasa bagi kehidupan ini, bila kita bisa menyatukan diri. Menyatukan diri dalam kesatuan tanpa harus melebur diri dalam kesatuan untuk menghadirkan rasa yang baru. Tetapi masing-masing rasa masih berdiri sendiri.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kita memang memiliki perbedaan ragam budaya antara negara satu dengan negara yang lainnya. Tetapi itu bukan alasan bagi kita untuk membedakan diri lalu kita merasa sebagai rasa yang paling enak dan lezat.
Namun rasakanlah, bahwa kita semua walaupun memiliki latar belakang budaya yang berbeda tetapi sebagai manusia kita memiliki derajat yang sama, sehingga tak sungkan-sungkan untuk bersatu dan membentuk sebuah rasa yang baru.
Perbedaan budaya bukanlah sebuah penghalang antara budaya satu dengan budaya yang lainnya. Tetapi perbedaan diciptakan dengan tujuan untuk saling melengkapi dan menghormati satu dengan yang lainnya. Karena dengan adanya perbedaan, kita dapat belajar memahami indahnya perbedaan yang diciptakan oleh Tuhan.
Kita harus akui kalau kita memang berbeda dalam hal suku, golongan, ras, dan budaya yang berdiam dalam satu mangkuk salad besar yang disebut planet bumi. Tetapi kita juga harus menyadari dan jujur mengakui kalau kita adalah sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Jadi sebenarnya kita adalah saudara. Sebagai makhluk sosial tentunya kita juga perlu menyadari, bahwa adalah tanggung jawab kita bersama untuk bisa menciptakan kerukunan hidup diantara kita.
Kita juga mempunyai tanggung jawab moral untuk menghadirkan perdamaian diatas bumi ini. Memberikan keindahan hidup bagi sesama.
Sebagai makhluk sosial kita seharusnya memiliki misi yang sama, yaitu menciptakan perdamaian di dunia ini, sehingga kita akan bisa menciptakan keselarasan dalam perbedaan.
GELAR : MERSIN
KELOMPOK : 10/TURKI
ZONA : TIMUR TENGAH
HARMONY in DIVERSITY
Salad tampak dan terasa lezat karena perpaduan berbagai warna dan rasa yang menyatukan diri dalam mulut kita. Kesatuan yang menciptakan sebuah harmoni yang begitu menyegarkan dan menggugah selera makan setiap yang mencicipinya. Bayangkan, apabila sayur dalam salad hanya semacam saja. Tentu kelezatannya tidak begitu tampak dan terasa, bahkan mungkin tidak akan menggugah selera sama sekali.
Tentu saja kita tidak akan menemui salad dalam menu pembuka restoran-restoran ternama di seluruh dunia. Bahkan setiap Negara memiliki jenis saladnya sendiri.
Begitu juga andaikan kita sebagai manusia yang hidup di dunia dengan perbedaan budaya, bisa belajar dari apa yang ada pada salad. Bahwa perbedaan yang ada pada diri kita akan menghadirkan rasa luar biasa bagi kehidupan ini, bila kita bisa menyatukan diri. Menyatukan diri dalam kesatuan tanpa harus melebur diri dalam kesatuan untuk menghadirkan rasa yang baru. Tetapi masing-masing rasa masih berdiri sendiri.
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Kita memang memiliki perbedaan ragam budaya antara negara satu dengan negara yang lainnya. Tetapi itu bukan alasan bagi kita untuk membedakan diri lalu kita merasa sebagai rasa yang paling enak dan lezat.
Namun rasakanlah, bahwa kita semua walaupun memiliki latar belakang budaya yang berbeda tetapi sebagai manusia kita memiliki derajat yang sama, sehingga tak sungkan-sungkan untuk bersatu dan membentuk sebuah rasa yang baru.
Perbedaan budaya bukanlah sebuah penghalang antara budaya satu dengan budaya yang lainnya. Tetapi perbedaan diciptakan dengan tujuan untuk saling melengkapi dan menghormati satu dengan yang lainnya. Karena dengan adanya perbedaan, kita dapat belajar memahami indahnya perbedaan yang diciptakan oleh Tuhan.
Kita harus akui kalau kita memang berbeda dalam hal suku, golongan, ras, dan budaya yang berdiam dalam satu mangkuk salad besar yang disebut planet bumi. Tetapi kita juga harus menyadari dan jujur mengakui kalau kita adalah sama-sama makhluk ciptaan Tuhan. Jadi sebenarnya kita adalah saudara. Sebagai makhluk sosial tentunya kita juga perlu menyadari, bahwa adalah tanggung jawab kita bersama untuk bisa menciptakan kerukunan hidup diantara kita.
Kita juga mempunyai tanggung jawab moral untuk menghadirkan perdamaian diatas bumi ini. Memberikan keindahan hidup bagi sesama.
Sebagai makhluk sosial kita seharusnya memiliki misi yang sama, yaitu menciptakan perdamaian di dunia ini, sehingga kita akan bisa menciptakan keselarasan dalam perbedaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar